Madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan formal dan pusat pendidikan ilmu-ilmu keislaman disamping ilmu-ilmu umum.
Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) lahir Pada tanggal 7 Jumadal Akhiroh 1347 H. bertepatan dengan 21 Nopember 1928 M.
Nama semula adalah Madrasah Tasywiquth Thullab dengan singkatan TB sebagai Madrasah Diniyyah.
Pada tahun 1935M. ditambah school, sehingga menjadi Madrasah Tasywiquth Thullab School, dengan singkatan TBS. Pada saat itu pula dimasukkan pelajaran-pelajaran umum.
Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) lahir Pada tanggal 7 Jumadal Akhiroh 1347 H. bertepatan dengan 21 Nopember 1928 M.
Nama semula adalah Madrasah Tasywiquth Thullab dengan singkatan TB sebagai Madrasah Diniyyah.
Pada tahun 1935M. ditambah school, sehingga menjadi Madrasah Tasywiquth Thullab School, dengan singkatan TBS. Pada saat itu pula dimasukkan pelajaran-pelajaran umum.
Pada tahun 1982 M. nama school diganti Salafiyyah sehingga namanya menjadi Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah dengan singkatan tetap TBS, karena nama TBS sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas.
Pada tahun 1992 karena kepentingan akreditasi, Madrasah TBS bernaung di bawah Yayasan Arwaniyyah dengan alasan:
Pada tahun 1992 karena kepentingan akreditasi, Madrasah TBS bernaung di bawah Yayasan Arwaniyyah dengan alasan:
2. Yayasan tersebut di bawah kendali salah seorang sesepuh Madrasah NU TBS , yaitu:
KH . Muhammad Arwani Amin.
3. Visi dan Misi Yayasan Arwaniyyah sejalan dengan Madrasah TBS Kudus.
Alumni Madrasah TBS sampai saat ini telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, bahkan ada yang di luar negeri, menekuni berbagai bidang/profesi : seperti kiyai, politikus, Pejabat, pedagang, Petani,Karyawan dll.
Diantara alumni yang berhasil menekuni dalam bidang pendidikan ialah :
a. KH. Turaichan Adjhuri (alm) Kudus Ahli Falak Nasional / Penyusun Almanak Menara
b. Prof. Dr. H. Khotibul Umam rektor PTIQ Jakarta.
c. Prof. Dr. H. Maghfur Usman Guru Besar dan mantan rektor Perguruan Tinggi di Brunei Darussalam.
d. Prof.Dr. H. Ahmad Rofiq MA Guru Besar IAIN Walisongo Semarang dan Sekretaris MUI Jateng.
e. Dr. H. Muhayya MA dosen Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang.
f. KH. Amin Sholeh (alm) Jepara mantan Rois Syuriyah NU dan Ketua MUI jateng.
g. Dr.M. Syatibi (Alm) mantan Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
h. KH Noor Ahmad, Jepara Anggota Lajnah Falakiyyah PB NU.
b. Prof. Dr. H. Khotibul Umam rektor PTIQ Jakarta.
c. Prof. Dr. H. Maghfur Usman Guru Besar dan mantan rektor Perguruan Tinggi di Brunei Darussalam.
d. Prof.Dr. H. Ahmad Rofiq MA Guru Besar IAIN Walisongo Semarang dan Sekretaris MUI Jateng.
e. Dr. H. Muhayya MA dosen Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang.
f. KH. Amin Sholeh (alm) Jepara mantan Rois Syuriyah NU dan Ketua MUI jateng.
g. Dr.M. Syatibi (Alm) mantan Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
h. KH Noor Ahmad, Jepara Anggota Lajnah Falakiyyah PB NU.
Alumni banyak yang meneruskan ke jenjang pendidikan Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Hingga saat ini yang meneruskan ke luar negeri dengan mendapat bea siswa diantaranya : Ke Mesir, Syiria, Turky, Arab Saudi, Sudan, Malysia dan Libia.
Hingga saat ini yang meneruskan ke luar negeri dengan mendapat bea siswa diantaranya : Ke Mesir, Syiria, Turky, Arab Saudi, Sudan, Malysia dan Libia.




0 komentar:
Posting Komentar